Sabtu, 05 September 2009

TUJUAN PROGRAM KEAHLIAN KRIYA LOGAM

Program Keahlian Kria Logam SMK Negeri 9 Surakarta bertujuan untuk:

  1. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik;
  2. Mendidik peserta didik agar menjadi warga negara yang bertanggung jawab;
  3. Mendidik peserta didik agar dapat menerapkan hidup sehat, memiliki wawasan pengetahuan dan seni;
  4. Mendidik peserta didik dengan keahlian dan keterampilan dalam Program Keahlian Kria logam
  5. agar dapat bekerja baik secara mandiri atau mengisi lowongan pekerjaan yang ada di dunia usaha dan dunia industri sebagai tenaga kerja tingkat menengah;
  6. Mendidik peserta didik agar mampu memilih karir, berkompetisi, dan mengembangkan sikap profesional dalam Program Keahlian Kria Logam;
  7. Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal bagi yang berminat untuk melanjutkan pendidikan.

KOMPETENSI KEAHLIAN KRIYA LOGAM

Level Kualifikasi
Kode
Unit Kompetensi
Sertifikat
A Menggambar Produk Kriya Logam
B Mematri dan Menyolder
C Melaksanakan Kerja Plat
D Membuat Perhiasan (Jewellery)
E Menghias Logam (Hias Logam)
F Mengerjakan Cor (Tuang)
G Mengerjakan Tempa Logam
H Mengerjakan Bubut
I Mengerjakan Las
J Melaksanakan Penyelesaian Akhir Dan Elektroplating
K Mendesain Perhiasan

Jumat, 04 September 2009

perhiasan

48 Perhiasan Betawi Dibukukan

Dharma Wanita DKI - Siapa tak kenal masyarakat Betawi? Khazanah budaya masyarakat asli Jakarta ini ternyata tidak kalah dengan budaya etnis-etnis lainnya. Mulai dari tarian adat, pakaian adat, makanan khas, kesenian, hingga perhiasaan-perhiasan bermotif asli Betawi. Untuk mengabadikan seluruh warisan budaya nenek moyang tersebut, para tokoh masyarakat Betawi bertekad akan terus melestarikannya. Hal ini terbukti dengan dibukukannya 48 perhiasan asli Betawi. Buku tersebut diberi judul "Perhiasan Betawi Tempo Doeloe".

Perhiasan tersebut, yaitu gelang listring, gelang ular kepala satu, gelang ular kepala dua, gelang keroncong, gelang tambang, giwang mata satu, giwang mata burung, giwang ronyok, giwang markis, anting seketel, dan kerabu. Kemudian untuk perhiasan dada, yaitu kalung tebar, kalung kote-kote, kalung liontin labu, kalung liontin, kalung liontin wajik, kalung liontin tali aer, kalung rante biji cabe, kalung rante biji ketimun, serta rante tambang.

Untuk perhiasan peniti, yaitu peniti cangkrang, peniti rante dua susun, dan peniti rante tiga susun. Kemudian untuk perhiasan cincin, yaitu cincin belah rotan, cincin listring, cincin model wajik, cincin model elizabeth, dan cincin model biji kane. Sedangkan untuk perhiasan pria, yaitu rante kuku macan, jam rante, cincin batu-batuan, dan cincin mata berlian. Kemudian perhiasan ikat pinggang, yaitu pending kepala polos dan pending kepala intan/berlian.

Sedangkan perhiasan pengantin, yaitu syangko bercadar, syangko mahkota, sisir galuh (syangko kecil), tusuk kembang rumput, tusuk bunga, tusuk kembang kelape, kembang goyang, tusuk lam, tusuk paku/tusuk burung hong, sunting, kerabu (anting-anting), kalung penganten, gelang listring, dan cincin elizaberth/wajik.

Seluruh perhiasan ini dikumpulkan dari 17 kolektor perhiasan Betawi, yaitu Keluarga (Alm) Hamila Dachlan Sapi-ie, Hj Halimah Azis, Hj Emma Amalia Agus Bisrie, Hj Maharani Kemal Mustafa, Hj Hamidah Tamsir, Hj Dra Comara Sapi-ie Sambas, Hj Nuraini D Sapi-ie, Hj Tatiek Fauzi Bowo, Keluarga Husein Saleh, Hj Ida Nurul Ariyanto, Hj Maria Hud Sapi-ie, Hj Rosada Abdul Majid Hasan, Hj Luwiyah Mansyur, Hj Maemunah, Hj Satimah, Hj Fatimah Tony R, dan Hj Putri Rahmi Donna.

Perhiasan-perhiasan yang berhasil dipinjam dari para kolektor tersebut kemudian difoto dan dibukukan. Sehingga, barang-barang itu bisa ditiru bentuknya agar tetap lestari dan tidak punah. "Melalui peluncuran buku ini, saya berharap kebudayaan Betawi, perhiasan asli masyarakat Betawi tetap lestari dari generasi ke generasi," kata Tatiek Fauzi Bowo, salah satu kolektor perhiasan Betawi yang juga istri Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo akhir pekan lalu.

Dengan adanya buku ini, sambung Tatiek, diharapkan para perajin perhiasan, dapat meniru dan kembali menghidupkan kembali perhiasan-perhiasan asli Betawi kepada masyarakat. Sehingga, perhiasan-perhiasan tersebut tidak hanya tercatat dalam sejarah, tetapi bisa dilestarikan.

Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Muhayat, saat menghadiri peluncuran buku "Perhiasan Betawi Tempo Doeloe" di salah satu hotel di Jakarta Pusat, Minggu (9/8). Ia menuturkan, buku yang menampilkan visual/foto perhiasan masyarakat Betawi tempo dulu ini memiliki nilai dan manfaat yang sangat tinggi. "Saya menilai buku ini menjadi media yang sangat penting untuk mengingatkan generasi muda Jakarta dalam mengenal dan memberikan apresiasi terhadap sejarah, seni, dan budaya Betawi, khususnya yang berkaitan denga perhiasan Betawi," ungkap Muhayat.

Selain itu, buku ini juga memiliki peran yang strategis dalam memperkenalkan budaya Betawi kepada masyarakat luas. Minimal, buku ini bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat luas bahwa Betawi tidak hanya sekadar dialek. "Kebudayaan Betawi adalah sebuah pengertian yang nyata, memiliki pola tersendiri karena kebudayaan Betawi bukan sub budaya etnis mana pun di Indonesia ini," tegasnya.

Ketua Yayasan Sirih Nanas, Emma Amalia Agus Bakrie, selaku promotor peluncuran buku tersebut mengatakan, tujuan utama pembuatan buku ini tidak lain untuk melestarikan budaya Betawi, khususnya dalam mengabadikan perhiasan-perhiasan asli Betawi agar tidak punah tergilas perkembangan zaman. "Perhiasan Betawi kini mulai terlupakan. Dari berita yang kita dapat, perhiasan Betawi banyak tersimpan rapi di luar negeri, sedangkan perhiasan di tempat kita sendiri sedikit demi sedikit malah menghilang, entah itu dilebur, dijual, atau hilang. Dan atas kekhawatiran akan kepunahan itu, upaya yang paling tepat adalah membuat buku," tandasnya
.

Senin, 24 Agustus 2009

kuningan &tembaga

Kerajinan Logam Tembaga & Kuningan Go International

Kerajinan Tembaga Kuningan tidak terpisahkan dari kehidupan warga Desa Jolotundo, Kecamatan Lasem, Rembang. Mereka, kaum perajin yang gigih bekerja itu seniman-seniman yang sering tanpa sadar, sangat ahli, terampil, dan mahir dalam bidangnya. Tangan-tangan mereka cekatan mengolah Tembaga Kuningan menjadi barang seni atau perkakas rumah tangga yang berkualitas ekspor.
Memang, khusus perkakas dapur yang terbuat dari Tembaga Kuningan sebenarnya banyak dijumpai di berbagai tempat di tanah air. Bahkan, benda itu begitu akrab dengan ibu-ibu rumah tangga. Misalnya, peralatan dapur seperti dandang, ceret, atau nampan, semua bisa dibuat oleh para perajin di Desa Jolotundo.
Namun, dengan perkembangan zaman, Kerajinan Tembaga perkakas dapur hasil produksi Jolotundo mulai bergeser fungsinya. Mungkin karena dianggap sudah langka atau memang punya keistimewaan tersendiri, menjadikan benda-benda itu hanya dijadikan semacam ''lambang'' status perekonomian seseorang yang memilikinya. Karena itu, tidak mengherankan bila perkakas dapur hasil kerajinan Jolotundo banyak dipajang di ruang tamu rumah-rumah mewah.
Bentuk yang khas dan indah merupakan corak hasil Kerajinan Tembaga Kuningan Jolotundo. Karena para perajin dalam mengerjakan karyanya lebih mengutamakan keindahan daripada fungsi utama sebagai perkakas dapur. Karena itu, tidak mengherankan bila barang-barang Kerajinan Tembaga tersebut berharga mahal. Sebab, pembuatannya membutuhkan waktu cukup lama. Selain itu harus memerlukan keahlian tersendiri dan kesabaran dalam bekerja.
Di desa itu sekarang terdapat puluhan perajin Kuningan Tembaga. Hasil produksi mereka tidak terbatas pada perkakas dapur saja, tetapi sudah berkembang ke arah barang-barang seni yang biasa dipajang di rumah-rumah mewah. Misalnya lampu krobyong, lampu taman, lampu meja, lampu sudut ruang tamu, lukisan, patung, dan masih banyak lagi barang seni lainnya.
Yang pasti, barang-barang tersebut dibuat dari Kuningan Tembaga. Namun, belakangan ini para perajin mau menerima pesanan barang-barang yang dibuat dari bahan pelat besi. Meski demikian, barang-barang produk Jolotunda tetap mengutamakan nilai seni.
Perajin Kerajinan Tembaga Logam bahan keras itu sekarang berkembang pesat di Desa Jolotundo. Mereka banyak yang berhasil mengembangkan usahanya. Seperti Sutrisno (49), Muhari (46), Zaidun (45), dan Sumadi (46) merupakan cermin perajin yang gigih dalam menghadapi tantangan zaman dan persaingan pasar. Berkat kegigihannya itulah usaha mereka semakin maju.
Menurut Kepala Kantor Pariwisata Drs Sodiq, hasil kerajinan Jolotundo sudah memasuki pasar internasional. Tak sedikit barang-barang seni yang terbuat dari bahan tembaga dan kuningan itu dibeli oleh pengusaha kuat dari kota-kota besar untuk diekpor ke berbagai negara.
Yang lebih menggembirakan lagi, produksi Kerajinan Logam mereka kian hari terus bertambah. Salah satu produksi yang tergolong baru dan punya pasar bagus adalah kerajinan sepeda dan becak supermini.
Kedua barang itu dibuat bukan untuk alat transpotasi, melainkan khusus diciptakan sebagai benda pajangan. Harganya tidak terlalu mahal, sepeda sekitar Rp 150.000Rp-200.000/buah. Becak sedikit lebih mahal.

FERY.........!

Berikut adalah gambar-gambar desain produk logam, yang banyak kita jumpai di berbagai perusaaan-perusahaan di selururuh Indonesia.

Kamis, 13 Agustus 2009

kerjinan logam

KERAJINAN LOGAM
Kami memproduksi barang-barang yang terbuat dari LOGAM. Bahan baku kami adalah bahan baku pilihan karena hanya yang terbuat dari Baja pilihan untuk menjadi bahan baku produksi kami. Kami juga memperhatikan tingkat Detail dan tingkat kerumitan yang diminta oleh pemesan. Silahkan melihat katalog kami dan kami menerima Gambar atau Sample untuk diproduksi dan kami sudah memberikan pelayanan pembuatan kepada Pemerintahan Tulung Agung, Blitar dan kami juga menerima pesanan sesuai Permintaan.